Sabtu, 07 September 2019

Mimpi Rilis, Nihil Eksekusi | Dilema Game Developer

Setiap orang pasti punya impian masing-masing. Dari impian yang sederhana sampai yang luar biasa. Tidak terkecuali mereka yang berkecimpung di dunia game development. Sebut saja si A, seorang pemuda yang mengklaim dirinya sebagai "game daveloper". Bahkan tanpa ragu dia sematkan 'role'-nya sebagai seorang desainer game di sebuah studio yang dia buat sendiri. Seakan-akan profesional yang mapan dibidangnya, diapun berangan-angan membuat sebuah game revolusioner.

Semua hal telah dipikirkan. Dari besar studio, jumlah developer, ide dan desainnya. Bahkan sampai musik telah dipikirkan olehnya seperti apa nanti jadinya. Dia juga telah sedikit berlatih berbicara untuk pers. Sedikit memperagakan dirinya seakan-akan diwawancarai tentang gamenya yang telah sukses. Dan pada akhirnya dia terhanyut dalam angan-angan semu, tanpa menyadari waktunya terbuang dan tidak ada satupun bagian dari game miliknya yang selesai.

Introspeksi

Dari sini kita bisa melihat, salah satu contoh awal dari gagalnya suatu pengembangan game (baca:game development). Tidak sedikit orang yang mirip seperti contoh tadi. Bahkan saya sendiri juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi, sampai kapan kita seperti ini terus. Berlalu dengan delusional yang tiada ujungnya. Bahkan seorang yang menghabiskan waktunya menonton tutorial, dan belajar lebih baik dari pada tidak menghasilkan apa-apa. Untuk apa repot-repot menyematkan "profesi" sebagai game developer jika belum ada satupun game kita yang selesai. Dan pada akhirnya kita akan menyadari bahwa diri kita adalah orang yang tidak produktif.

Mulai Bergerak

Satu langkah awal lebih baik daripada tidak sama sekali. Seorang yang ingin membuat game pasti tau apa yang akan dibuatnya. Tahu seperti apa game yang akan jadi dengan kemampuannya, apakah itu skill ataupun modalnya. Maka dari itu, kita awali dengan memahami kemampuan kita sendiri. Dan mulai menghitung probabilitas seperti apa game yang akan kita buat.

Kita harus bisa menentukan target dan hasil akhir dari game yang akan dibuat. Apakah ini akan jadi game komersil, atau sebatas hobi saja. Apakah berupa pembelajaran, atau sebatas mengisi portofolio. Hal ini termasuk dalam perencanaan sebelum bergerak. Dan agar kita tahu, seberapa besar waktu kita terbuang bermanfaat, ataupun percuma.

Setelah itu, kita bisa memulai dengan membuat 'scope' dari game yang akan dibuat. Menyesuaikan dengan kemampuan dan rencana waktu pengerjaan. Seterusnya mengikuti langkah-langkah pembuatan game.

Bagian Akhir

Tulisan ini bisa mejadi gambaran bagaimana seharusnya kita bertindak sebagai seorang game developer. Atau bisa dibilang independen game developer (baca:indie). Karena akan berbeda dengan orang yang telah bekerja di suatu tim yang terorganisir, atau sebuah studio yang telah mumpuni. Yang dimana telah jelas tujuan dan pekerjaan apa yang akan mereka lakukan.

Pada intinya, tulisan ini ditujukan untuk orang-orang seperti saya. Yang sangat mengidam-idamkan bekerja secara independen dan mendirikan sebuah studio. Atau mendambakan kerja tanpa ada batasan jadwal. Akan tetapi tenggelam dengan angan-angan tanpa ada eksekusi nyata.

Share: