Pertanyaan seringkali muncul di kalangan anak SMA yang akan atau baru saja lulus. Dan yang masih bingung untuk menentukan arah hidupnya. Terlebih lagi muncul kepada mereka yang telah memilih perkuliahan jurusan IT seperti Teknik Informatika, Ilmu Komputer, ataupun Teknik Komputer. Sehingga muncul keraguan maupun penyesalan tentang jurusan yang telah diambil.
Kata Orang
Dahulu saya (baca:penulis) mempunyai seorang teman kuliah satu jurusan IT (Teknik Komputer) yang memutuskan untuk pindah ke jurusan lainnya. Tentunya jurusan pilihannya yang baru ini tidak ada sangkut pautnya dengan IT. Dan pada saat itu saya menanyakan tentang alasannya untuk pindah jurusan. "Kalau mau belajar komputer kan bisa dari internet", tuturnya. Sepintas pernyataan yang dia sampaikan membuat saya berfikir ulang tentang keputusan yang telah saya ambil. Saya menjadi ragu untuk melanjutkan studi IT di perkuliahan. Dan hingga sampai saat ini, setelah saya luluspun pernyataan itu masih bergejolak di benak saya.
Di Lapangan
Apa yang saya dapati di lapangan justru senada dengan pernyataan teman saya ini. Banyak yang berkiprah di dunia pengembangan software justru mereka yang tidak memiliki jenjang pendidikan yang tinggi. Bahkan dengan adanya jurusan IT di sekolah kejuruan (baca:SMK) membuat jenjang perkuliahan untuk pengembangan software menjadi dipertanyakan. Dan telebih lagi, beberapa bidang pekerjaan IT malah banyak yang lebih mementingkan pengalaman daripada adanya ijazah dan index prestasi perkuliahan.
Beberapa teman kuliah saya juga telah bekerja di salah satu perusahaan bahkan sebelum mereka lulus kuliah. Dengan bermodal portofolio dari proyek mereka saja sudah bisa menjadi syarat masuk di perusahaan tersebut. Sampai ada yang berhenti kuliah karena telah fokus pada pekerjaan mereka masing-masing.
Tentunya ini menjadi masalah baru, apakah bisa lulusan kuliah (baca:sarjana) bersaing setara dengan lulusan SMA/SMK untuk mencari pekerjaan. Atau bahkan bersaing dengan mereka yang hanya bermodalkan dengan belajar dari internet dan memiliki lebih banyak proyek pada portofolionya.
Bagian Akhir
Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa jurusan IT, untuk selalu memperbanyak proyek di luar perkuliahan. Dan juga untuk selalu up to date tentang teknologi terbaru. Tentunya SKS di perkuliahan tidaklah cukup untuk menunjang kita di dunia kerja.
Dan ijazah IT bukan sepenuhnuya tidak berguna. Di beberapa tempat kerja juga ada yang lebih mengutamakan lulusan sarjana dibandingkan SMA/SMK. Dan dengan adanya ijazah kuliah, akan membuka lebih banyak opsi pekerjaan di bidang lainnya.
Salah seorang game developer indie Rami Ismail mengungkapkan melalui akun Twitternya.
Game students - the games industry moves fast, and skills & processes you learn at school might be outdated by the time you graduate.
— Rami Ismail (رامي) (@tha_rami) April 16, 2019
One thing you might be taught is crunch. We are working industry-wide to try & make sure that's outdated by the time you graduate. Don't crunch.
Hal yang dimaksud Rami Ismail memang membicarakan tentang game developer. Akan tetapi, hal ini juga berlaku untuk semua bidang teknologi. Karena bisa jadi pada saat kita lulus, apa yang telah kita pelajari di masa perkuliahan telah ditinggalkan dan beralih ke teknologi yang lebih baru.
Pada intinya, kita harus selalu up to date tentang teknologi terbaru. Baik saat kita mengambil kuliah IT maupun belajar secara otodidak.